December 30, 2012

Gangguan Psikosomatis (Psychosomatic Symptoms)



Gangguan Psikosomatis (Psychosomatic Symptoms)
Banyak kasus dimana analisa dan segala jenis pemeriksaan oleh dokter menunjukkan seseorang secara fisik tidak mempunyai masalah fisik. Namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluh karena sakitnya.
Masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik. Itulah mengapa penanganan penyakit fisik tidak membuahkan hasil yang tuntas karena mengabaikan masalah emosional
Gangguan psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang menyebabkan gangguan fisik. Dengan kata lain, psikosomatis adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh program pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stress, depresi, kecewa, kecemasan, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalaminya.
Menurut pakar, gangguan Psikosomatis berasal dari "psycho" yang artinya pikiran dan "soma" yang berarti tubuh, dan dalam bidang di mana keduanya berkaitan. Secara khusus ini merupakan penelitian mengenai berapa penyakit yang dimulai dari pikiran dan akhirnya mempengaruhi tubuh. Ini berhubungan dengan kekacauan yang menyeluruh secara mental dan bukan secara fisik. Ini juga berhubungan dengan interaksi pikiran pada tubuh. Meskipun banyak mencapai titik terang melalui penelitian baru-baru ini, tetapi masih ada daerah besar yang masih menjadi misteri dan banyak hal yang belum dimengerti. Kenyataan yang telah jelas dan telah dibangun adalah bahwa pikiran memiliki pengaruh yang sangat kuat pada tubuh dan kekacauan secara psikologis sering memanifestasikan dirinya dalam gejala fisik.
Ketika emosi negatif sedang melanda pikiran, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin, jantung berdebar lebih cepat, timbul keringat, dan akan timbul rasa nyeri di dada maupun di perut.  Emosi negatif, seperti ketakutan, kecemasan, amarah, perasaan bersalah dan kesedihan.  Hal ini dapat dipicu oleh stres, tekanan, kehilangan anggota keluarga, dan berbagai macam perubahan dalam kehidupan lainnya.
Selain itu perlu disadari juga bahwa pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Sebagai contoh, ketika seseorang takut atau cemas dapat memacu detak jantung yang cepat, jantung berdebar, merasa sakit, gemetar (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, dan bernafas cepat. Gejala-gejala fisik tersebut melalui saraf otak mengirim impuls tersebut ke berbagai bagian tubuh, dan pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah.

Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?
Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya.
Rasa sakit di kepala (seperti migrain), nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi.
Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.
Gangguan pikiran dan emosi mungkin melempar ke atas semua akibat dari gejala yang menakutkan. Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi/pikiran penyebab sakit itu tidak disadari, namun gejalanya terus berlangsung. Mereka tidak mengada-ada, atau pasien dari hypochondriac yang membayangkan dirinya menjadi sakit padahal mereka tidak sakit. Mereka adalah korban dari fenomena psikosomatis yang aneh yang merupakan akibat langsung dari gangguan pikiran dan emosi
Gejala penyakit fisik tanpa sebab banyak terjadi pada kaum hawa, terutama pada saat menjelang usia senja, saat anak sudah beranjak dewasa dan meninggalkan rumah (sindrom empty nest), atau mungkin saat pasangan hidup sudah tiada.  Sedangkan pada kaum laki-laki biasanya hal ini terjadi karena beban pekerjaan atau pada saat akan memasuki masa pensiun.

Pengobatan
Lalu apakah penderita psikosomatis ini dapat sembuh? sebetulnya jika mereka menginginkannya mereka dapat sembuh, dengan bersikap ikhlas, menerima kenyataan, menghadapi dan menyelesaikan permasalahan dalam hidupnya, dan senantiasa bersikap positif…. maka semua penyakit fisik itu akan sirna dengan sendirinya.  Namun adakalanya beberapa orang tidak dapat beranjak dari satu poin penting dalam hidupnya, oleh karena itu sebetulnya mereka sangat memerlukan bantuan dalam menyembuhkan penyakit mentalnya ini.
Ada dua macam pengobatan untuk gangguan psikosomatik, pengobatan fisik dan mental. Pengobatan fisik disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Sedangkan perawatan mental dapat dilakukan dengan hipnoterapi, obat, atau dengan bantuan psikolog.
Terapi psikolog, hipnoterapi adalah contoh penyembuhan untuk penderita psikosomatis, namun jika orang tersebut tidak dapat atau tidak mau menyelesaikan permasalahannya, maka apa semua terapi itu dapat menyembuhkannya

Gangguan Somatoform



Gangguan Somatoform adalah gangguan yang bersifat psikologis, tetapi tampil dalam bentuk gangguan fisik yang melibatkan pola neurotic yang didasari anxiety. Individu mengeluh simtom simtom jasmaniah yang memberikan tanda seolah olah ada masalah fisik, tapi pada kenyataannya tidak ada landasan organis yang ditemukan.
Gangguan somatoform merupakan kelompok gangguan yang meliputi symptom fisik (misalnya nyeri, mual, dan pening) dimana tidak dapat ditemukan penjelasan secara medis. Berbagai symptom dan keluhan somatik tersebut cukup serius sehingga menyebabkan stress emosional dan gangguan dalam kemampuan penderita untuk berfungsi dalam kehidupan sosial dan pekerjaan. Diagnosis ini diberikan apabila diketahui bahwa faktor psikologis memegang peranan penting dalam memicu dan mempengaruhi tingkat keparahan serta lamanya gangguan dialami (oleh Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994 dalam buku Psikologi Abnormal Klinis Dewasa 2007)
Pada bagian ini akan dibahas tentang berbagai gangguan somatoform, antara lain gangguan somatisasi., hipokondriasis, gangguan konversi, dan gangguan dismorfik.

Gangguan Somatisasi
Gangguan somatisasi adalah gangguan dengan karakteristik berbagai keluhan atau gejala somatik yang tidak dapat dijelaskan secara adekuat dengan menggunakan hasil pemeriksaan fisik maupun laboratorium. Diagnosis gangguan somatisasi digunakan untuk individu-individu yang banyak menagalami keluhan-keluhan somatic, berulang-ulang dan berlangsung lama, yang jelas bukan karena suatu penyebab fisik yang actual. Individu-individu dengan gangguan ini menolak pandangan bahwa penyebab dari keluhan-keluhan mereka adalah factor psikologis dan mereka tetap mencari pengobatan.
Gangguan ini sifatnya kronis (muncul selama beberapa tahun dan terjadi sebelum usia 30 tahun), dan berhubungan dengan stres psikologis yang signifikan, hendaya dalam kehidupan sosial dan pekerjaan, serta perilaku mencari pertolongan medis yang berlebihan (Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994 dalam buku Psikologi Abnormal Klinis Dewasa 2007).
Adapun menurut DSM IV gejala-gejala yang muncul harus meliputi (APA, 1994):
1.       Empat simtom nyeri pada lokasi yang berbeda (misalnya kepala, pundak, lutut, kaki).
2.       Dua simtom gastrointestinal (misalnya diare, mual)
3.       Satu simtom seksual yang berbeda dan rasa sakit/ nyeri (misalnya ketidakmampuan ereksi)
4.       Satu simtom pseudoneurologis seperti pada gangguan konversi, Menurut Davison & Neale (2001) dalam buku Psikologi Abnormal Klinis Dewasa 2007,  gangguan ini diduga terjadi karena pasien terlalu sensitif dengan sensasi fisik, terlalu berlebihan dalam memperhatikan sensasi tersebut, atau menginterpretasikannya secara berlebihan. Pandangan behavioral menganggap bahwa gangguan ini adalah manifestasi kecemasan yang tidak realistis pada sistem ketubuhan.

Hipokondriasis

Hipokondriasis merupakan kondisi kecemasan yang kronis dimana pendrita selalu merasa ketakutan yang patologik terhadap kesehatannya sendiri. Penderita merasa yakin sekali bahwa dirinya mengidap penyakit yang parah (serius). Hipokondriasis adalah hasil interpretasi pasien yang tidak realistis dan tidak akurat terhadap simtom atau sensasi, sehingga mengarah pada preokupasi dan ketakutan bahwa mereka memiliki gangguan yang parah bahkan meskipun tidak ada penyebab medis yang diteniukan. Pasien yakin bahwa mereka mengalami penyakit yang serius dan belum dapat dideteksi, dan tidak dapat dibantah dengan menunjukkan kebalikannya (Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994 dalam buku Psikologi Abnormal Klinis Dewasa 2007).
Dikutib dari buku Mengenal Perilaku Abnormal, Dr.A. Supratiknya.. Penyebab hipokondriasis dapat bermacam-macam, antara lain:
1.       Perhatian yang berlebihan pada fungsi-fungsi tubuh di masa kecil, entah karena meniru orang tua atau karena pernah sakit keras sehingga menjadikan yang bersangkutan pusat perhatian di keluarganya. Dengan kata lain, hipokondriasis merupakan gangguan khas orang-orang yang haus perhatian dari orang lain.
2.       Frustasi tertentu sebagai faktor pencetus. Misalnya, seorang gadis yang tiba-tiba mengeluh menderita macam-macam penyakit sesudah putus hubungan dengan tunangannya.
3.       Perkuatan yang diperoleh dari lingkungan sosial. Misalnya, karena mendapatkan pengalaman yang menyenangkan waktu menderita sakit, selanjutnya seorang anak mulai mengeluh menderita macam-macam penyakit setiap kali menghadapi tantangan hidup.

Konversi
Dalam kasus-kasus gangguan konversi, individu menderita satu atau lebih simtom fisik yang berat dan yang sangat melumpuhkan, tetapi dasar organik dari gangguan ini tidak ditemukan. Simtom-simtom konversi biasa biasanya terjadi pada sistem otot kerangka atau pada sistem-sistem panca indra. Sering kali simtom simtom konversi yag disebutkan adalah kelumpuhan, serangan serangan mendadak ,kebutuaan, ketulian, masalah-masalah penglihatan, anestesia atau prestesia.
Munculnya satu atau beberapa simtom neurologis (misalnya buta, lumpuh, dll) yang tidak dapat dijelaskan dengan penjelasan medis maupun neurologis yang ada. Pada gangguan mi faktor psikologis berkaitan erat dengan awal dan keparahan gangguan. Menurut Davison & Neale (2001), pasien mungkin mengalami anesthesia, yaitu kelumpuhan-sebagian atau seluruhnya-pada tangan atau kaki, gangguan koordinasi dan kejang, rasa kesemutan, seperti digelitik, atau seperti ada sesuatu yang merambat pada kulit, tidak sensitif terhadap rasa sakit (kebal), serta kehilangan atau gangguan sensasi. Pasien juga mungkin mengalami gangguan penglihatan, misalnya tunnel vision (lapangan pandangan menjadi terbatas atau menyempit), aphonia (kehilangan suara), anosmia (kehilangan atau hendaya dalam kemampuan penciuman), dll
Dalam sejarah orang-orang yang mengalami gangguan konversi ditemukan frustrasi yang cukup berat terhadap kebutuhan-kebutuhan, terutama kebutuhan akan status. Pribadi yang mengalami gangguan konversi pada umumnya membutuhkan status dan keinginannya dalam hal ini begitu kuat meskipun jarang sekali terpenuhi. Akibatnya, ia terus-menerus mengalami frustrasi. Tegangan yang timbul sebagai akibat dari frustrasi dan konflik memaksa individu tersebut melarikan diri.
Pada masa lampau, konversi ini dikenal dengan istiiah hysteria. Gangguan ini biasanya mulai pada masa remaja atau dewasa muda, terutama setelah mereka mengalami stres dalam kehidupan. Prevaiensinya sekitar 22 orang per 100.000 penduduk, dengan penderita perempuan 2 kali iebih banyak dibandingkan laki-laki (Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994 dalam buku Psikologi Abnormal Klinis Dewasa). Pada gangguan mi pasien mungkin menampilkan apa yang disebut Ia belle indifference, yaitu sikap tidak peduli atau tidak menunjukkan perhatian terhadap penyakitnya. Namun perilaku mi juga tidak seiaiu muncul pada semua penderita konversi.
Davison & Neale (2001) mengemukakan beberapa pandangan mengenai etiologi gangguan konversi. Menurut pandangan psikoanalisa yang dikemukakan oieh Freud dan Breuler, gangguan konversi terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa yang menimbulkan peningkatan emosi yang besar, namun afeknya tidak dapat diekspresikan, dan ingatan tentang peristiwa dihilangkan dan kesadaran. Pada tulisannya kem4djan, Freud mengemukakan hipotesis bahwa ganguan konversi terjadi pada awal kehidupan perempuan, yang berakar dan electra complex yang tidak terselesaikan.
Ada tiga katagori simtom yang di kutib dalam buku Mengenal Perilaku Abnormal, Dr.A. Supratiknya, yakni
1.       Simtom sensorik, misalnya berupa hilangnya kepekaan terhadap berbagai rangsang yang berasal dari luar maupun dalam tubuh (anestesia); hilangnya kepekaan terhadap rasa sakit (analgesia); rabun ayam dan sebagainya.
2.       Simtom motorik, misalnya berupa paralisis atau kelumpuhan, biasanya hanya pada salah satu tangan atau kaki dan lumpuhnyapun bersifat selektif dalam arti lumpuh untuk melakukan kegiatan tertentu tetapi sehat untuk kegiatan lain (contohnya adalah gangguan pada tangan yang disebut “writer’s cramp” atau kejang sang penulis, yaitu tidak dapat menggunakan tangan untuk menulis tetapi dapat untuk bermain kartu).
3.       Simtom viskeral (rongga dada dan perut), misalnya berupa keluhan pusing, sesak napas, ujung tangan dan kaki dingin, dll.

Gangguan Dismorfik
Definisi gangguan ini adalah preokupasi dengan kecacatan tubuh yang tidak nyata (misalnya hidung yang dirasakannya kurang mancung), atau keiuhan yang beriebihan tentang kekurangan tubuh yang minimal atau kecil (Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994 dalam buku Psikologi Abnormal Klinis Dewasa). Menurut Davison & Neale (2001), perempuan lebih cenderung untuk memfokuskan pada bagian kulit, dada, paha, dan kaki; sedangkan pria lebih terfokus pada tinggi badan, ukuran alat vital, atau rambut tubuh. Beberapa pasien cenderung menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengamati kekurangan mereka di cermin. Bahkan agar tidak mengingatnya, terkadang mereka menyembunyikan cermin atau menggunakan kamuflase, misalnya dengan menggunakan pakaian yang sangat longgar. Sebagaimana gangguan nyeri, pada gangguan mi pun faktor subyektivitas berperan penting. Gangguan mi lebih banyak berpengaruh pada perempuan dibanding lakilaki, dan onset biasanya muncul sekitar usia 15-20 tahun (Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994).
Penyebab gangguan hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. Namun diperkirakan mungkin terdapat hubungan antara gangguan dengan pengaruh budaya atau sosial, dengan adanya konsep stereotip tentang kecantikan. Sedangkan menurut model psikodinamik, gangguan mi merefleksikan pemindahan konflik seksual atau emosional pada bagian tubuh yang tidak berhubungan. Mekanisme defensif yang digunakan adalah represi, disosiasi, distorsi, simbolisasi, dan proyeksi (Kaplan, Sadock, & Grebb, I 994).

Penanganan untuk penderita gangguan somatoform          
Pandangan psikoanalisa menganggap pentingnya terapi untuk mengeluarkan hal-hal yang direpres dan ditransformasikan atau dikonversikan pada gejala ketubuhan. Katarsis yang terjadi saat pasien menghadapi apa yang direpresnya dianggap dapat membantu. Sedangkan ahli kognitif dan behavioral meyaki bahwa tingginya tingkat kecemasan yang berhubungan dengan gangguan somatisasi, sangat berkaitan dengan situasi tertentu. Larenanya teknik seperti exposures dapat digunakan (Davision & Neale 2001 dalam buku Psikologi Abnormal Klinis Dewasa)

DAFTAR PUSTAKA
1.       Wiramihardja Sutardjo, Dr. 2005. Pengantar Psikologi Abnormal, PT.Refika Aditama. Bandung
2.       Senium Yustinus. 2006. kesehatan Mental, Percetakan Kanius. Yogyakarta
3.       Davison & Neale dari Fausiah Fitri, Widury Julianti. 2007. Psikologi Abnormal Klinis Dewasa, Universitas Indonesia. Jakarta
4.       Kendall & Hammen, 1998 dari Fausiah Fitri, Widury Julianti. 2007. Psikologi Abnormal Klinis Dewasa, Universitas Indonesia. Jakarta
5.       Barlow & Durand, 1995 Fausiah Fitri, Widury Julianti. 2007. Psikologi Abnormal Klinis Dewasa, Universitas Indonesia. Jakarta
6.       Kaplan, Sadock, & Grebb, 1994 dari Fausiah Fitri, Widury Julianti. 2007. Psikologi Abnormal Klinis Dewasa, Universitas Indonesia. Jakarta
7.       Supratiknya, Dr. A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta

December 25, 2012

Top 80 Nama Nama Keren Hewan Piaraan

Sampai saat ini, penamaan nama kucing umumnya didasarkan pada "ciri fisik, asal, warna, dan kebiasaan." Namun apapun yang dipilih, intinya adalah mencoba kreatifitas sendiri hingga menemukan nama yang tepat. 

Dalam pencarian nama kucing yang bagus, bisa saja lewat buku-buku nama bayi ataupun browsing online. Tapi jangan terkejut bila menemukan ribuan nama yang bikin tambah pusing. Jika kesulitan untuk memilih nama untuk anak kucing baru ada beberapa petunjuk yang mungkin bisa membantu.
Kucing terkenal independen dan meskipun mereka terbiasa hidup rutin, namun mereka tidak terlatih seperti anjing yang dapat mendengar konsonan keras (T, D, K) secara mudah dan ini membantu ketika memanggil nama mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa kucing merasa lebih mudah untuk mempelajari nama dengan satu atau dua suku kata dan lebih mudah jika berakhiran ‘is’ atau ‘y’. Jadi sebaiknya nama kucing hendaknya yang pendek dan mudah di ucapkan.

Setelah Anda membuat pilihan, tetap panggil dengan nama itu sehingga kucing kesayangan dapat mudah belajar. Jika Anda terus berubah pikiran, kucing pun akan bingung dan mungkin tidak mengerti maksud yang diberikan.

Contoh ide nama beberapa kucing yang terkenal:
  • Mueeza – nama kucing kesayangan Nabi Muhammad S.A.W
  • Socks – nama kucing Presiden Bill Clinton.
  • Tom – nama kucing terkenal dalam kartun Tom dan Jerry.
  • Tabby – kucing piaraan Presiden US Abraham Lincoln

Inspirasi Top 80 daftar nama kucing paling populer menurut Cuteness:
No NAMA
No NAMA
1 Bella
11 Gizmo
2 Tigger
12 Baby
3 Oliver
13 Tiger
4 Smokey
14 Jasper
5 Molly
15 Lily
6 Chloe
16 Luna
7 Angel
17 Oreo
8 Kitty
18 Rocky
9 Lucy
19 Harley
10 Jack
20 Peanut

Urutan ke-21 s/d 40:
Shadow (21), Princess (22), Max (23), Oscar (24), Charlie (25), Zoe (26), Sebastian (27), Milo (28), Midnight (29), Sophie (30), Simba (31), Callie (32), Misty (33), Nala (34), Buddy (35), Mittens (36), Toby (37), Kiki (38), Bailey (39) dan Sasha (40).


Posisi ke-41 s/d 60:
Pepper (41), Simon (42), Coco (43), Missy (44), Tucker (45), Lucky (46), Sassy (47), Garfield (48), Lola (49) dan Socks (50)George (51), Sammy (52), Phoebe (53), Marley (54), Maggie (55), Pumpkin (56), Sox (57), Precious (58), Sadie (59) dan Lilly (60).


Rangking ke-61 s/d 80:
Romeo (61), Bandit (62), Cali (63), Boots (64), Minnie (65), Blackie (66), Daisy (67), Scooter (68), Snickers (69), Jake (70), Cupcake (71), Patches (72), Frankie (73), Blue (74) dan Fluffy (75), Muffin (76), Casper (77), Felix (78), Samantha (79) dan Ziggy (80).


Adapun nama nama keren untuk hewan piaraan, tidak terlalu beda jauh dengan nama untuk manusia umumnya. Dan ini deretan nama terbaik (40 nama untuk kucing jantan dan 40 nama untuk kucing betina) menurut versi Catnamesmeow.com yang di dapat berdasarkan poling terhadap pembacanya.

Rank #
Nama Kucing Jantan
Nama Kucing Betina
1
Max
Sassy
2
Sam
Misty
3
Tigger
Missy
4
Tiger
Princess
5
Sooty
Samatha
6
Smokey
Kitty
7
Lucky
Puss
8
Patch
Fluffy
9
Simba
Molly
10
Smudge
Daisy
Rank #
Nama Kucing Jantan
Nama Kucing Betina
11
Oreo
Ginger
12
Milo
Midnight
13
Oscar
Precious
14
Oliver
Maggie
15
Buddy
Lucy
16
Boots
Cleo
17
Harley
Whiskers
18
Gizmo
Chloe
19
Charlie
Sophie
20
Toby
Lily
Rank #
Nama Kucing Jantan
Nama Kucing Betina
21
Jake
Coco
22
Sebastian
Boo
23
Puffy
Callie
24
Bailey
Sadie
25
Buster
Jessie
26
Tom
Jasmine
27
Rocky
Nala
28
Jack
Snowball
29
Felix
Angel
30
Spike
Muffin
Rank #
Nama Kucing Jantan
Nama Kucing Betina
31
Simon
Pumpkin
32
Taz
Pepper
33
Rusty
Baby
34
Merlin
Zoe
35
Monty
Peaches
36
Dusty
Holly
37
Casper
Dusty
38
Mittens
Katie
39
Pepper
Sasha
40
Blackie
Scooter

December 9, 2012

A Child’s Angel

My Angel

Suatu waktu ada seorang anak siap terlahir ke dunia.
Suatu hari anak itu bertanya kepada Tuhan, "Mereka bilang, besok Kau akan mengirim aku ke dunia, tapi bagaimana saya akan hidup di dunia yang sedemikian kecil dan tanpa seorang penolong ?"
Tuhan menjawab, "Di antara sekian banyak malaikat, Aku telah memilih satu untukmu. Ia sedang menunggumu dan akan memeliharamu."
Anak itu berkata, "Tapi, di surga ini, saya tidak melakukan apapun selain menyanyi dan tersenyum. Itulah yang kubutuhkan agar ku bahagia."
jawab Tuhan, "Malaikatmu akan bernyanyi setiap hari. Kau akan merasakan kasih sayangnya dan dengannya kau akan bahagia."
lagi kata anak itu, "Bagaimana saya akan dapat mengerti ketika orang akan berkata kepadaku, jika saya tidak mengerti bahasa yang mereka pakai ?"
"Mudah anakku", kata Tuhan, "Malaikatmu akan mengatakan padamu kata-kata yang indah dan manis yang akan pernah kau dengar dan dengan sabar dan penuh perhatian akan mengajari engkau berbicara."
Anak itu memandang Tuhan dan berkata, “Apa yang akan kuperbuat jika aku ingin berbicara denganMu ?"
Tuhan tersenyum seraya berkata, "Malaikatmu akan mengajarimu bagaimana berdoa."
Kata anak itu, "Saya sudah dengar bahwa di dunia ada banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungiku ?"
jawab Tuhan, "Malaikat itu akan melindungimu, pun jika hal itu mengancam hidupnya."
Anak itu kelihatan sedih, dan berkata, "Tapi saya akan sedih sebab saya tidak akan melihatMu lagi."
Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan kepadamu jalan untuk kembali padaKu, walaupun Aku akan selalu berada di depanmu."
Pada saat itu, walaupun di Surga terasa begitu damai, tetapi suara-suara di dunia semakin terdengar...
Dengan tergesa-gesa, anak itu berkata dengan lembut, " Tuhan, jika sekarang saya akan berangkat, tolong katakan siapa nama malaikatku itu ."
jawab Tuhan, "Namanya tidaklah penting.... kau akan dengan sederhana memanggilnya IBU ."
" Terima Kasih IBU , Kaulah Malaikatku "
angelanim4
A baby asked God, “They tell me you are sending me to earth tomorrow, but how am I going to live there being so small and helpless?”
“Your angel will be waiting for you and will take care of you.”
The child further inquired, “But tell me, here in heaven I don’t have to do anything but sing and smile to be happy.”
God said, “Your angel will sing for you and will also smile for you. And you will feel your angel’s love and be very happy.”
Again the child asked, “And how am I going to be able to understand when people talk to me if I don’t know the language?”
God said, “Your angel will tell you the most beautiful and sweet words you will ever hear, and with much patience and care, your angel will teach you how to speak.”
“And what am I going to do when I want to talk to you?”
God said, “Your angel will place your hands together and will teach you how to pray.”
“Who will protect me?”
God said, “Your angel will defend you even if it means risking it’s life.”
“But I will always be sad because I will not see you anymore.”
God said, “Your angel will always talk to you about Me and will teach you the way to come back to Me, even though I will always be next to you.”
At that moment there was much peace in Heaven, but voices from Earth could be heard and the child hurriedly asked, “God, if I am to leave now, please tell me my angel’s name.”
“You will simply call her, ‘Mom.’”






























December 3, 2012

100 lagu natal keren



1. The Most Wonderful Time of The Year – by Andy Williams
2. Kissin’ By The Mistletoe – by Aretha Franklin
3. Winter Wonderland – by Aretha Franklin
4. Sleigh Ride – (Instrumental) – by Arthur Fiedler & The Boston Pops
5. Donde Esta Santa Claus – by Augie Rios
6. Do They Know It’s Christmas – by Band Aid
7. Sleep in Heavenly Peace – Silent Night – by Barbra Streisand
8. Nuttin’ for Christmas – by Barry Gordon
9. Do You Hear What I Hear – by Bing Cros- by
10. White Christmas – by Bing Cros- by
11. We Wish You The Merriest – by Bing Crosby & Frank Sinatra
12. Bells of St. Mary – by Bob B. Soxx & The Blue Jeans
13. Here Comes Santa Claus – by Bob B. Soxx & The Blue Jeans
14. Monsters’ Holiday – by Bobby ‘Boris’ Pickett
15. Christmas Auld Lang Syne – by Bobby Darin
16. Jingle Bell Rock – by Bobby Helms
17. Jingle Bells (Instrumental) – by Booker T and The MG’s
18. Rockin’ Around The Christmas Tree – by Brenda Lee
19. This Time of Year – by Brook Benton
20. You’re All I Want For Christmas – by Brook Benton
21. Santa Claus Is Coming To Town – by Bruce Springsteen
22. Holly Jolly Christmas – by Burl Ives
23. Gee Whiz, It’s Christmas – by Carla Thomas
24. Please Come Home For Christmas – by Charles Brown
25. Jingle Bell Rock – by Chubby Checker & Bobby Rydell
26. Run Rudolph Run – by Chuck Berry
27. Baby’s First Christmas – by Connie Francis
28. Christmas (Baby Please Come Home) – by Darlene Love
29. Marshmallow World – by Darlene Love
30. White Christmas – by Darlene Love
31. Winter Wonderland – by Darlene Love
32. Peace on Earth/Little Drummer Boy – by David Bowie and Bing Cros- by
33. Let It Snow, Let It Snow, Let It Snow – by Dean Martin
34. Marshmallow World – by Dean Martin
35. Chrissy, The Christmas Mouse – by Debbie Reynolds & Donald O’Connor
36. Merry Christmas All – by Denise Montana
37. Rockin’ Around The Christmas Tree – by Dion
38. This Christmas – by Donny Hathaway
39. Santa Ba- by – by Eartha Kitt
40. Grandma Got Run Over By A Reindeer – by Elmo and Patsy
41. Step Into Christmas – by Elton John
42. Blue Christmas – by Elvis Presley
43. Santa Claus Is Coming To Town – by Four Seasons
44. Have Yourself A Merry Little Christmas – by Frank Sinatra
45. Mistletoe and Holly – by Frank Sinatra
46. The Christmas Waltz – by Frank Sinatra
47. Santa Claus Is Coming To Town – by Frank Sinatra & Cyndi Lauper
48. It’s Christmas Once Again – by Frankie Lymon & The Teenagers
49. ‘Twas The Night Before Christmas – by Fred Waring & The Pennsylvanians
50. Frosty the Snowman – by Gene Autry
51. Here Comes Santa Claus – by Gene Autry
52. If It Doesn’t Snow on Christmas – by Gene Autry
53. Rudolph, The Red Nosed Reindeer – by Gene Autry
54. Last Christmas – by George Michael & Wham
55. I Believe in Father Christmas – by Greg Lake
56. May You Always – by Harry Harrison
57. Little Drummer Boy – by Harry Simeone Chorale
58. You’re My Christmas Present – by Jimmy Beaumont & The Skyliners
59. I Saw Mommy Kissing Santa Claus – by Jimmy Boyd
60. Happy Christmas (War is Over) – by John Lennon and Yoko Ono
61. Christmas Serenade – by Johnny Maestro & The Brooklyn Bridge
62. Silver Bells – by Johnny Mathis
63. Feliz Navidad – by José Feliciano
64. Dominick, The Italian Christmas Donkey – by Lou Monte
65. Merry, Merry Christmas Ba- by – by Margo Sylvia & The Tuneweavers
66. The Christmas Song – by Nat King Cole
67. Merry Christmas Ba- by – by Otis Redding
68. It’s Christmas Everywhere – by Paul Anka
69. Wonderful Christmastime – by Paul McCartney
70. We Need A Little Christmas – by Percy Faith Orchestra
71. Home For The Holidays – by Perry Como
72. It’s Beginning to Look A Lot Like Christmas – by Perry Como & The Fontaine Sisters
73. The Twelve Days of Christmas – by Ray Conniff Singers
74. Santa Claus Is Watching You – by Ray Stevens
75. Pretty Paper – by Roy Orbison
76. Jingle Bells – by Singing Dogs
77. All I Want For Christmas is My Two Front Teeth – by Spike Jones
78. Christmas Dragnet – by Stan Freberg & Daws Butler
79. Happy Holidays – by Steve Lawrence & Eydie Gorme
80. Someday At Christmas – by Stevie Wonder
81. What Christmas Means To Me – by Stevie Wonder
82. Little St. Nick – by The Beach Boys
83. The Man With All The Toys – by The Beach Boys
84. Merry Christmas Darling – by The Carpenters
85. The Chipmunk Song – by The Chipmunks
86. Parade of The Wooden Soldiers – by The Crystals
87. Santa Claus is Coming To Town – by The Crystals
88. White Christmas – by The Drifters
89. Please Come Home For Christmas – by The Eagles
90. A Christmas Long Ago – by The Echelons
91. Amen – by The Impressions
92. Give Love on Christmas Day – by The Jackson Five
93. Rudolph, The Red Nosed Reindeer – by The Melodeers
94. Christmas Ain’t Christmas – by The O’Jays
95. Frosty the Snowman – by The Ronettes
96. I Saw Mommy Kissing Santa Claus – by The Ronettes
97. Sleigh Ride – by The Ronettes
98. Snoopy’s Christmas – by The Royal Guardsmen
99. Silent Night – by The Temptations
100. Sleigh Ride – by The Ventures