August 9, 2012

A Smile from Heaven

jesus
Joni Eareckson Tada adalah seorang wanita yang mengalami kelumpuhan. Ia dulunya adalah atlit renang yang mengalami kecelakaan di kolam renang. Pada suatu hari di sela-sela sebuah konferensi wanita, di kamar toilet seorang wanita bertanya sambil mengoleskan lipstik di bibirnya, ”Oh, Joni, anda selalu kelihatan riang dan bahagia di kursi roda anda. Saya berharap dapat memiliki sukacita seperti itu!” Beberapa wanita yang ada di sekitar situ juga menganggukkan kepala mereka tanda setuju.
”Bagaimana anda dapat melakukan hal itu?” katanya sambil menutup wadah lipstik itu.
”Saya tidak melakukannya,” kata Joni, ”sesungguhnya bolehkah saya mengaku terus terang apa yang terjadi saat saya bangun pagi?”
”Beginilah kegiatan rutin harian saya,” kata Joni sambil menghela nafas panjang, ”Setelah Ken suami saya pergi ke kantor jam 6 pagi, saya sendirian sampai jam 7 pagi ketika ada bel di pintu menandai kedatangan teman saya untuk mengurus saya. Sementara saya mendengarkan dia membuat kopi, saya berdoa, ’Oh, Tuhan, sebentar lagi teman saya memandikan saya, memakaikan baju saya, mendudukkan saya di kursi roda, menyisir rambut saya, menggosok gigi saya, dan membawa saya ke luar rumah. Saya tidak mampu menghadapi kegiatan rutin seperti ini lagi. Saya tidak berdaya. Saya tidak mampu tersenyum hari ini. Namun Engkau memilikinya. Bolehkah saya memiliki senyum-Mu? Bapa, saya sangat memerlukan Engkau!’ ”
”Lalu apa yang terjadi pada teman anda ketika dia masuk ke kamar anda?”
”Saya memalingkan wajah saya kepadanya dan memberi senyuman yang datangnya langsung dari sorga! Itu bukan senyuman saya. Itu senyuman Allah. Begitulah ceritanya,” kata Joni sambil memalingkan wajahnya menunjuk ke arah kaki-kakinya yang umpuh, ”senyuman itu hanya karena kasih karunia Tuhan. Senyuman yang kalian lihat saat ini telah diperoleh dengan berat pada pagi hari tadi dan karena kasih karunia Tuhan. Saya telah belajar bahwa semakin lemah kita, semakin kuat kita harus bergantung pada kasih karunia Allah. Dan semakin kita bergantung pada kasih karunia Allah, kita akan menemukan betapa besar kuasa-Nya bagi kita.”
Mari nikmati kasih karunia Tuhan yang berlimpah-limpah karena ini Tahun Rahmat Tuhan, Tahun Kasih Karunia Tuhan, tahun yang penuh dengan susu dan madu, bagi mereka yang taat, percaya, dan mengasihi-Nya dengan segenap hati.

Source: Pentas Kesaksian

No comments:

Post a Comment